Apa Itu Pencemaran Tanah dan Penyebab Terjadinya

Sumber: http://www.dnaindia.com

Tanah dan makhluk hidup yang hidup di atasnya mempunyai hubungan yang sangat erat. Tanah memberikan sumber daya yang berguna bagi kelangsungan makhluk hidup. Tanah juga merupakan habitat alamiah bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Sudah seharusnya manusia selalu menjaga dan memelihara kualitas tanah untuk mempertahankan kesejahteraan hidup. Dapat dikatakan bahwa hidup manusia tergantung dari tanah.

Begitu pentingnya peran tanah bagi kelangsungan hidup kita manusia dan makhluk hidup lainnya, tetapi masih banyak kita lihat masyarakat yang sering membuang sampah (limbah) disembarang tempat baik itu di sekolah, di jalan, di rumah maupun di kantor. Berbagai macam sampah yang kita buang tersebut dapat berasal dari bahan organik dan bahan anorganik maupun bahan berbahaya beracun. Besarnya limbah buangan itu sebanding dengan kepadatan atau besarnya jumlah penduduk yang mendiami suatu wilayah. Banyaknya limbah yang dihasilkan di perkotaan jauh lebih besar daripada di pedesaan, limbah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan Semarang jauh lebih besar daripada limbah yang dihasilkan kota-kota lain yang lebih kecil.

Kegiatan manusia, seperti perusakan hutan dan pertanian ladang berpindah memengaruhi kualitas tanah. Terkontaminasinya tanah oleh zat kimia dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran air tanah. Jika tidak segera dihentikan, hal ini akan menimbulkan kerusakan tanah, bahkan dapat menimbulkan bencana bagi kehidupan manusia.

Baca juga mengenai:

Apa Itu Pencemaran Air dan Sumber Penyebabnya

 

Apa itu pencemaran tanah?

Pencemaran tanah merupakan pencemaran yang disebabkan oleh masuknya polutan yang berupa zat cair atau zat padat ke dalam tanah. Bahan cair yang berupa limbah rumah tangga, pertanian, dan industri ini akan meresap masuk ke dalam tanah. Bahan-bahan ini akan membunuh mikroorganisme di dalam tanah. Jika makhluk hidup tersebut merupakan bakteri pengurai, penyediaan humus akan berkurang serta sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang mati tidak akan terurai lagi menjadi unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Keadaan ini membuat petani harus memberikan pupuk buatan yang begitu mahal untuk kesuburan tanamannya, padahal dengan memberikan pupuk tersebut, unsur hara dalam tanah juga akan ikut terbunuh lagi. Pencemaran tanah ini pun memengaruhi kandungan air tanah secara langsung. Biasanya beberapa jenis bakteri dan bahan partikel lainnya yang mencemari permukaan tanah dapat tersaring sehingga air tanah menjadi cukup bersih. Akan tetapi, jika pencemarannya sangat berat dan melebihi kapasitas filtrasi tanah, polutan tersebut akan mencemari air tanah dan sulit untuk diperbaiki.

Ketika suatu zat berbahaya atau beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat

berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya. Gejala pencemaran tanah dapat diketahui dari tanah yang tidak dapat digunakan untuk keperluan fisik manusia. Tanah yang tidak dapat digunakan, misalnya tidak dapat ditanami tumbuhan, tandus dan kurang mengandung air tanah.

 

Penyebab pencemaran tanah

Pencemaran tanah dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya sebagai berikut:

  1. Sampah plastik, pecahan kaca, kaleng bekas, baterai, logam berat (seperti mercuri, kadmium, dan litium), karet serta sampah anorganik lainnya yang ditimbun dalam tanah. Sampah ini tidak dapat terurai oleh mikroorganisme tanah.
  2. Sisa pestisida, herbisida, insektisida, fungisida, dan fumigan dari kegiatan pertanian yang meresap ke tanah
  3. Limbah deterjen yang dibuang ke tanah
  4. Pengikisan lapisan humus (topsoil) oleh air
  5. Deposit senyawa asam dari peristiwa hujan asam

Baca juga mengenai:

Apa Itu Pencemaran Udara dan Penyebab Terjadinya

 

 

 

Sumber:

Firmansyah R, Mawardi AH, Riandi MU. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Kistinnah I, Lestari ES. 2006. Biologi Makhluk Hidup dan Lingkungannya. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Subardi, Nuryani, Pramono S. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta:  Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Suwarno. 2002. Panduan Pembelajaran Biologi. Jakarta:  Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Comments are closed.