Apa Itu Pencemaran Udara dan Penyebab Terjadinya

Polusi udara
Sumber: http://thinkprogress.org/climate/2013/09/23/2662871/cutting-carbon-saves-lives/

Udara di atmosfir bumi kita merupakan campuran dari gas nitrogen (78%), oksigen (21%), gas argon (sekitar 1 %), CO2 (0,0035 %) dan sejumlah kecil uap air (sekitar 0,01 %). Komposisi gas di atmosfer dapat mengalami perubahan karena polusi udara akibat dari berbagai aktivitas manusia. Sebagai contoh, kendaraan bermotor yang biasa kita pakai dapat mengeluarkan asap yang terkandung berbagai macam gas yang dapat mengganggu kesehatan kita maupun makhluk hidup lainnya. Proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna pada kendaraan bermotor menghasilkan asap yang mengandung gas karbon monoksida (CO). Selain karbon monoksida, sebagian besar kendaraan bermotor mengeluarkan asap yang mengandung logam timbal (Pb) serta gas lainnya seperti: nitrogen oksida (NO), hidrokarbon (HO), sulfur oksida (SO), dan lain-lain. Pada ambang batas tertentu, gas tersebut merupakan bahan yang berbahaya bagi tubuh kita. Pencemaran udara memberikan dampak yang sangat merugikan, terutama bagi manusia. Selain itu, gas buangan dari lemari es, AC, dan parfum yang sering disebut gas Chloro Fluoro Carbon (CFC) merupakan gas yang sangat berbahaya karena dapat merusak lapisan ozon yang berada di lapisan atas atmosfer bumi.

Keadaan yang telah diuraikan di atas menunjukkan adanya pencemaran udara yang terjadi di sekitar kita. Pencemaran udara adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau proses alam sehingga terjadi penurunan kualitas udara sampai tingkat tertentu yang menyebabkan udara menjadi kurang atau tidak berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran udara ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan, harta benda, ekosistem, dan iklim.

Polusi udara dapat disebabkan oleh aktifitas alam dan aktifitas manusia. Meskipun demikian, aktivitas manusia sangat berperan besar untuk terjadinya polusi udara. Berikut ini beberapa kegiatan yang dapat menimbulkan polusi udara diantaranya sebagai berikut:

  1. Asap dari cerobong pabrik, kendaraan bermotor, pembakaran atau kebakaran hutan, asap rokok, yang membebaskan CO dan CO2 ke udara.
  2. Asap vulkanik dari aktivitas gunung berapi dan asap letusan gunung berapi yang menebarkan partikel-partikel debu ke udara.
  3. Bahan dan partikel-partikel radioaktif dari bom atom atau percobaan nuklir yang membebaskan partikel-partikel debu radioaktif ke udara.
  4. Asap dari pembakaran batu bara pada pembangkit listrik atau pabrik yang membebaskan partikel, nitrogen oksida, dan oksida sulfur.
  5. Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang berasal dari kebocoran mesin pendingin ruangan, kulkas, AC mobil.

Pencemaran udara dapat memberikan dampak yang sangat merugikan bagi kehidupan makhluk hidup terutama manusia. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan adalah bronkitis dan emphysema. Adanya hujan asam yang bersifat korosif dapat menyebabkan kerugian harta benda karena berkaratnya benda-benda dari besi yang kontak dengannya. Hujan asam menyebabkan perubahan pH air dan tanah. Keadaan ini berpengaruh pada keseimbangan ekosistem. Gas-gas rumah kaca (CO2, CFCs, dan N2O) dapat menyerap radiasi inframerah dan menghangatkan udara di permukaan bumi. Peningkatan temperatur di bumi menyebabkan gunung-gunung es mencair yang mengakibatkan perubahan iklim global. Selain itu, CFCs juga dapat menyebabkan kerusakan lapisan ozon. Kebocoran ozon sangat berbahaya bagi kehidupan manusia karena dari lubang ozon tersebut, sinar ultraviolet dapat masuk menembus ke bumi. Radiasi sinar UV ini dapat menyebabkan kerusakan materi genetik DNA dan kanker.

 

 
Sumber:

Firmansyah R, Mawardi AH, Riandi MU. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Subardi, Nuryani, Pramono S. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Comments are closed.