Apa Saja Dampak Pencemaran Air?

Semakin meningkatnya kepadatan penduduk serta perkembangan sektor industri yang ditandai dengan tumbuh pesatnya jumlah pabrik di samping berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, ternyata juga berdampak negatif terhadap lingkungan. Secara garis besar, pencemaran air dapat disebabkan oleh mikroorganisme dalam air, limbah organik, dan limbah anorganik. Pencemaran oleh mikroorganisme seperti bakteri tifoid, virus kolera dan amoeba, umumnya dapat menyebabkan penyakit pada manusia maupun hewan. Limbah organik yang dapat mencemari air diantaranya yaitu:  limbah rumah tangga, minyak, plastik, dan larutan pembersih. Sedangkan limbah anorganik yang dapat mencemari air diantaranya yaitu: timbal (Pb), cadmium (Cd), amoniak, dan fosfat dalam kadar yang tinggi di dalam air.

Air limbah yang dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu merupakan salah satu sumber pencemaran air. Air limbah adalah sisa dari suatu usaha atau kegiatan manusia yang berwujud cair. Air limbah ini dapat berasal dari rumah tangga dan industri. Air limbah dari rumah tangga terdiri dari tinja (feses) yang sering kali mengandung mikroorganisme patogen, air seni (urine) yang mengandung fosfor, nitrogen, mungkin juga mikroorganisme, serta sullage (gray water) air bekas cucian dapur, mesin cuci, dan air mandi. Excreta adalah campuran feses dan urine. Campuran excreta dan air bilasan kamar mandi disebut black water. Air limbah industri mengandung zat yang bervariasi sesuai dengan pemakaian tiap-tiap industri. Hal ini berhubungan dengan dampak yang ditimbulkannya nanti. Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan bagi lingkungan. Adapun dampak dari pencemaran air akan dijelaskan  antara lain sebagai berikut.

1. Penurunan kualitas lingkungan

  • Limbah organik, seperti limbah rumah tangga, minyak, plastik, dan larutan pembersih, merupakan penyebab kematian pada ikan maupun organisme lainnya. Limbah organik akan mengalami degradasi dan dekomposisi oleh bakteri aerob yang menggunakan oksigen dalam air. Dengan demikian, oksigen terlarut (dissolve oxygen) dalam air lama-kelamaan akan berkurang. Dalam kondisi tersebut, banyak ikan-ikan yang mati karena kekurangan oksigen dan hanya beberapa organisme yang mampu hidup.
  • Polusi air yang berat dapat menyebabkan polutan meresap ke dalam air tanah yang menjadi sumber air untuk kehidupan sehari-hari seperti mencuci, mandi, memasak, dan untuk air minum. Air tanah yang sudah tercemar akan sulit sekali untuk dikembalikan menjadi air bersih. Pengenceran dan penguraian polutan pada air tanah sulit sekali karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob.
  • Limbah anorganik, seperti timbal (Pb), cadmium (Cd), amoniak, air raksa (Hg), seng (Zn)dan fosfat dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan air tidak baik untuk dikonsumsi, kematian ikan dan organisme air lainnya, bahkan penurunan produksi pertanian. Dalam kadar yang rendah, limbah anorganik seperti timbal, tidak akan menyebabkan kematian secara langsung pada organisme air. Namun, akan terjadi akumulasi pada organisme. Akumulasi ini akan semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar. Peristiwa terakumulasinya suatu zat kimia dalam tubuh organisme ini disebut bioaccumulation atau bioconcentration. Adapun meningkatnya kandungan zat kimia pada konsumen puncak melalui peristiwa rantai makanan dinamakan biological magnification atau DDT (Dikloro Difenil Trikloretana) bersifat nonbiodegradabel (tidak dapat terurai secara alamiah), karena itu jika dipergunakan dalam pemberantasan hama DDT akan mengalami perpindahan melalui rantai makanan, akhirnya tertimbun dalam tubuh konsumen terakhir. Makin tinggi tingkat trofi makin pekat kadar zat pencemarnya. Hal ini disebut biomagnifiation (pemekatan hayati).
  • Pencemaran limbah anorganik dapat menyebabkan terjadinya ledakan populasi alga (blooming algae). Senyawa nitrat dan pospat yang terkandung dalam pupuk apabila terbawa air dan terkumpul di suatu perairan (misalnya sungai, danau, waduk) dapat menimbulkan eutrofikasi, yaitu terkonsentrasinya mineral di suatu perairan. Hal ini akan merangsang pertumbuhan dengan cepat alga dan tumbuhan air seperti enceng gondok dan sejenisnya sehingga menimbulkan blooming. Jika permukaan air tertutup oleh tumbuhan air, maka difusi oksigen dan penetrasi cahaya matahari ke dalam air menjadi terhalang sehingga terjadi kematian organism air. Bakteri pembusuk akan menguraikan organisme yang mati dan banyak menggunakan oksigen terlarut. Akibatnya, kadar oksigen berkurang dan diikuti berkurangnya organisme perairan tersebut.
  • Penggunaan racun dan bahan peledak dalam menangkap ikan menimbulkan kerusakan ekosistem air. Bahan peledak dapat menghancurkan terumbu karang. Disamping merusak ekosistem terumbu karang, penggunaan bahan peledak juga merusak habitat dan tempat perlindungan ikan. Racun tidak hanya membunuh hewan sasaran yaitu ikan yang berukuran besar, tapi juga memutuskan daur hidup dan regenerasi ikan tersebut.
  • Tumpahan minyak di laut karena kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas pantai mengakibatkan kematian kerang, ikan, dan larva ikan di laut. Hal ini karena aromatik hidrokarbon seperti benzene dan toluene bersifat toksik. Sebagian minyak dapat membentuk lapisan mengambang dan lengket yang menyebabkan burung-burung laut tidak dapat terbang karena lengketnya sayap. Lapisan minyak di permukaan air dapat menghalangi difusi oksigen ke air laut, sehingga berakibat terjadinya penurunan kadar oksigen terlarut. Hal ini akan membahayakan kehidupan di laut.
  • Polutan air yang berasal dari limbah rumah tangga, limbah pertanian, dan limbah industri dapat berwujud padat dan cair, ada yang bersifat organik dan juga yang anorganik. Sampah atau polutan organik merupakan polutan yang mudah terurai. Polutan ini akan menyebabkan pendangkalan pada suatu perairan, karena setelah diuraikan oleh mikroorganisme polutan tersebut akan mengendap dan membentuk lapisan sedimen di dasar laut. Sampah anorganik merupakan sampah atau polutan yang bersifat sulit terurai atau dapat terurai dalam jangka waktu yang sangat lama. Penumpukan sampah anorganik akan menyebabkan banjir dan aliran air akan terhalang karena lahan yang seharusnya untuk menampung air menjadi penuh oleh sampah anorganik.

Gambar 1 Ledakan populasi enceng gondok akibat eutrofikasi

Gambar 2 Kematian ikan akibat pencemaran air

 

2. Gangguan Kesehatan

Air limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat mengandung bibit penyakit (virus, bakteri , parasit dan jamur), vektor penyakit (sarang nyamuk, lalat, kecoa, dan lain-lain), serta menimbulkan gangguan kesehatan. Sebagai contoh, limbah rumah sakit dan limbah peternakan sangat berbahaya jika langsung dibuang ke sungai, karena terdapat organisme seperti bakteri, virus dan parasit (protozoa, cacing) pathogen dapat menjadi sumber penularan penyakit. Berikut ini beberapa gangguan kesehatan yang ditimbulkan akibat pencemaran air serta agen penyebabnya (Tabel 1).

Tabel 1 Gangguan kesehatan yang ditimbulkan akibat pencemaran air serta agen penyebabnya

No. Penyebab Penyakit
1. Virus  
  ·         Rota virus Diare pada anak
·         Virus hepatitis A Hepatitis A
·         Virus poliomyelitis poliomyelitis
2. Bakteri  
  ·         Vibrio cholerae Kolera
·         E. coli Diare atau disentri
·         Salmonella typhi Tifus abdominale
·         Salmonella paratyphi Paratifus
·         Shigella dysenteriae Disentri
3. Protozoa  
  ·         Entaamoeba histolytica Dysentri amoeba
·         Balantidia coli Balantidiasis
·         Giardia lamblia Giardiasis
4. Metazoa (parasit)  
  ·         Ascaris lumbricoides Ascariasis
·         Clonorchis sinensis Clonorchiasis
·         Diphyllobotrhium latum Dyphylobothriasis
·         Tawenia sagitnata/solium Taeniasis
·         Schistosoma Schistosomiasis
5. Dikloro Difenil Trikloretana (DDT) dari sisa detergen dan pestisida Merangsang pertumbuhan kanker (karsinogenik), gangguan ginjal dan gangguan kelahiran.

 

3. Mengganggu pemandangan

Air yang sudah tercemar oleh berbagai polutan dapat mengganggu pemandangan sehingga tidak indah untuk dilihat serta dapat menggangu kenyamanan masyarakat yang ada disekitarnya. Air tentunya terlihat kotor, bau dan terjadi perubahan warna apabila sudah tercemar. Meskipun ada beberapa bahan pencemar yang tidak menimbulkan bau atau perubahan warna pada air.

 

4. Mempercepat proses kerusakan benda

Ada sebagian air limbah yang mengandung zat yang dapat diubah oleh bakteri anaerob menjadi gas yang dapat merusak seperti H2S. Gas ini dapat mempercepat proses perkaratan pada besi. Agar terhindar dari hal-hal di atas, sebaiknya sebelum dibuang, air limbah harus diolah terlebih dahulu dan memenuhi ketentuan Baku Mutu Air Limbah.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber:

Ferdinand F, Ariebowo M. 2009. Praktis Belajar Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Firmansyah R, Mawardi A, Riandi MU. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Subardi, Nuryani, Pramono S. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

 

 

 

Comments are closed.