Kapan Lingkungan Hidup Manusia Terbentuk?

bumi
Sumber: http://www.endoftheworld2012.net/thebigbang.htm

Dari semua planet dalam tata surya, hanya bumilah yang memiliki keadaan yang baik untuk kehidupan. Bumi sering disebut dengan nama “Kapal Angkasa” adalah planet yang paling besar yang dikenal manusia.

Bumi dibentuk kira-kira 4.500 juta tahun yang lalu. Ia dibentuk dari awan dan debu. Selama 1.000-2.000 tahun pertama, di bumi belum ada kehidupan. Kondisi di bumi pada waktu itu tidak dimungkinkan adanya kehidupan. Pada mulanya dalam atmosfer bumi tidak terdapat zat asam atau oksigen (O2), suatu zat yang diperlukan oleh kebanyakan makhluk hidup. Atmosfer pada mulanya masih penuh dengan zat karbondioksida (CO2). Kadar karbondioksida yang tinggi tidak memungkinkan adanya kehidupan. Selain itu, sinar ultraviolet dari matahari yang berbahaya bagi kelangsungan hidup dapat menembus hingga ke permukaan bumi tanpa adanya rintangan.

Baru kira-kira 3.000 juta tahun yang lalu mulailah terdapat air di permukaan bumi dan mulailah terbentuk kehidupan yang sederhana. Makhluk hidup yang pertama mulai berkembang di laut yaitu dilapisan air yang dalam. Lapisan air yang dalam, makhluk hidup pertama terlindung dari sinar ultraviolet matahari. Makhluk hidup yang pertama berkembang di lapisan air yang dalam adalah ganggang laut yang merupakan suatu jenis tumbuhan yang tidak berbunga dan mengandung zat hijau atau klorofil. Dengan bantuan sinar matahari sebagai energi dan dengan kandungan klorofil pada ganggang laut menyebabkan tumbuhan ini mampu mengolah atau memproses karbondioksida yang mengisi atmosfer bumi menjadi karbohidrat dan oksigen. Proses biologi tersebut terkenal dengan fotosintesis.

Pada mulanya oksigen yang terbentuk oleh ganggang laut diserap oleh air laut dan batuan-batuan, kemudian mulai terbentuk di atmosfer. Bertambahnya kadar oksigen di atmosfer, kadar karbondioksida makin berkurang. Berkurangnya kadar karbondioksida disertai juga dengan perubahan oksigen yang terhimpun jauh dari permukaan bumi oleh sinar matahari menjadi lapisan ozon (O3). Lapisan ozon di atmosfer ini merupakan perisai sebagian besar dari sinar ultraviolet dari matahari yang berbahaya. Sinar ultraviolet diserap oleh lapisan ozon dan menyebabkan kehidupan daratan dapat berkembang.

Makhluk hidup sel satu adalah makhluk yang pertama berkembang. Jutaan tahun kemudian kehidupan di laut mulai berkembang. Binatang kerang muncul, lalu ikan juga mulai muncul setelah itu disusul dengan amfibi. Lama kelamaan binatang daratan berkembang juga seperti reptil, burung, binatang mamalia.

Baru kira-kira 25 juta tahun yang lalu muncul manusia kera yang merupakan leluhur kita. Manusia kera primitif (Australopithecus) mungkin telah mempergunakan perkakas. Binatang pertama yang menyerupai manusia adalah manusia peking (Pithecantropus) dan manusia neanderthal. Sekitar 35.000 tahun sebelum masehi muncul manusia Cro-Mangon yang merupakan nenek moyang kita.
Bangsa-bangsa manusia yang pertama yaitu negro, australoid, mongoloid dan kaukasoid. Bangsa-bangsa ini mungkin mulai berkembang sekitar 100.000 tahun yang lalu. Kemudian dengan adanya migrasi dan pembauran terjadi mengakibatkan terjadinya lebih beraneka ragam bangsa. Tidak ada binatang menyusui lain yang tersebar ke mana-mana seperti manusia. Hampir setiap sudut bumi ditempati manusia yang terus berkembang dengan cepat.

Demi kelangsungan hidupnya, manusia harus bergulat untuk menaklukan dan memanfaatkan alam dan segala isinya yang berada di sekelilingnya atau lingkungannya. Dengan kata lain, sejak manusia muncul di bumi sejak itu juga waktu bumi (alam) dan isinya baik yang berupa benda mati maupun yang berbentuk jasad-jasad atau organisme hidup serta makhluk hidup lain mengalami penjamaan manusia. Perilaku manusia atas alam dan isinya dalam usaha untuk mencukupi kebutuhan hidupnya menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dalam tatanan lingkungan.

 

 

 

Sumber:

Thohir KA. 1991. Butir-Butir Tata Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.

Comments are closed.