Tindakan yang Dapat Mengurangi Efek dari Global Warming

Tindakan pencegahan efek global warming
Global warming
(pemanasan global) yang terjadi tidak lepas dari pengaruh berbagai aktivitas manusia seperti industri, transportasi, agrikultur serta peternakan. Global warming telah menyebabkan perubahan iklim yang signifikan seperti yang terjadi di negara kita. Efek dari pemanasan ini telah menyebabkan perubahan iklim yang ekstrim. Beberapa daerah sering terjadi hujan lebat yang menyebabkan banjir. Selain itu, juga muncul angin puting beliuang dan badai. Terjadinya peningkatan suhu dan perubahan pola curah hujan akibat dari efek global warming dapat juga berpotensi untuk terjadinya peningkatan kejadian penyakit yang ditularkan oleh nyamuk karena dapat mempengaruhi bionomik vektor A. aegypti dan juga dapat memperluas jangkauan wilayah geografis baru bagi vektor A. Aegypti. Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh global warming sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi efek dari global warming tersebut. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek dari global warming diantaranya:

1. Mengurangi gas rumah kaca

Mengurangi gas rumah kaca dapat dilakukan dengan cara menggunakan energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti tenaga matahari, air, angin dan nuklir. Hasil studi Gustavsson et al. (2007) menunjukkan bahwa biomassa dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Sebagai contoh kendaraan listrik hibrida ternyata mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebagai gas buang kendaraan.

Menggunakan bahan bakar fosil yang akan menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan bijak dan efisien. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menghemat listrik dan energi. Sebagai contoh, matikanlah peralatan listrik ketika tidak digunakan, gunakan lampu hemat energi dan gunakanlah panel surya sebagai energi alternatif. Pola hidup hemat dalam penggunaan energi asal bahan bakar fosil akan dapat menurunkan jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses pemakaian energi asal bahan bakar fosil. Peningkatan efisiensi energi dipandang sebagai salah satu langkah paling menjanjikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca secara global dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar asal fosil.

2. Menanam lebih banyak pohon

Tanaman hijau dapat menyerap CO2 dari atmosfer dan akan digunakan untuk proses fotosintesis. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik dan memberikan udara yang lebih bersih. Pohon yang digunakan hendaknya yang mudah dan cepat pertumbuhannya, menyerap CO2 yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis dan menyimpan karbon dalam kayunya.

Peneliti dari Louisiana Tech University menemukan bahwa setiap acre pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari mengendarai mobil selama setahun. Sebuah studi yang dilakukan oleh layanan perhutanan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa penanaman 95.000 pohon yang dlakukan di dua kota kecil di Chicago memberikan udara yang lebih bersih dan menghemat biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar lebih dari US$ 38 juta dalam 30 tahun ke depan.

3. Daur ulang (recycle) dan gunakan ulang (reuse)

Daur ulang (recycle) adalah daur ulang atau penggunaan kembali limbah yang masih dapat dimanfaatkan, tetapi harus diberikan pengolahan tertentu sehingga hasil akhirnya menjadi barang yang berbeda dan fungsi yang sama atau berbeda. Contoh, sampah kertas dapat diolah kembali menjadi kertas daur ulang atau kertas hias dan memiliki nilai ekonomis. Gunakan ulang (reuse) adalah penggunaan kembali sampah-sampah yang masih dan dapat dimanfaatkan tanpa dilakukan pengolahan khusus. Hasil akhirnya masih tetap barang yang sama dan memiliki fungsi yang sama atau berbeda. Contoh, sampah botol (yang masih utuh) dapat kita manfaatkan kembali hanya dengan membersihkannya dan tetap memiliki fungsi yang sama seperti fungsi sebelumnya.

Kalkulasi yang dilakukan di California menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga di level negara bagian California, maka energi yang dihemat cukup untuk suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta pohon dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setera dengan 3,8 juta mobil.

4. Memperbaiki kualitas kendaraan dengan uji emisi

Melakukan uji emisi dengan benar akan mengurangi pembuangan gas karbon sehingga dapat menjaga lingkungan dan menghemat bahan bakar. Uji emisi yang benar dapat berfungsi diantaranya: 1.) mengetahui proses pembakaran bahan bakar pada mesin dengan cara menganalisa kandungan karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) yang terkandung di dalam gas buang; 2.) Mengetahui adanya kerusakan pada bagian mesin kendaraan; 3.) membantu saat melakukan setting campuran udara dan bahan bakar dengan tepat.

5. Tidak menggunakan CFC (Chloro Fluoro Carbon)
CFC digunakan sebagai media pendingin, propelan (dalam aplikasi aerosol) dan pelarut. Melalui kesepakatan internasional yang dikenal dengan protocol montreal (1987) penggunaan CFC sudah dilarang karena dapat mengurangi lapisan ozon.

 

 
Sumber:

Alvarez R, Schlienger P, Weilenmann M. 2010. Effect of Hybrid System Battery Performance On Determining CO2 Emissions of Hybrid Electric Vehicles in Real-World Conditions. Energy Policy 38: 6919–6925.

Gustavsson L et al. 2007. Using Biomass for Climate Change Mitigation and Oil Use Reduction. Energy Policy 35: 5671–5691.

Knowlton K, Solomon G, Ellman MR. 2009. Mosquito-Borne Dengue Fever Threat Spreading in The Americas. New York: NRDC Issue Paper.

Siitonen S, Tuomaala M, Ahtila P. 2010. Variable Affecting Energy Efficiency and CO2 Emissions In The Steel Industry. Energy Policy: 38: 2477–2485.

Susanta G dan Sutjahjo H. 2008. Akankah Indonesia Tenggelam akibat Pemanasan Global. Jakarta: Penebarplus.

Comments are closed.